Friday, October 17, 2008

Hongkong. Live it. Love it!



Jatuh cinta sejak pertama kali menginjakkan kaki di Bandar udara internasional Hongkong. Bersih, modern dan nyaman. Sebagai financial dan bisnis hub di kawasan Asia, tempat ini benar-benar di desain untuk memudahkan semua pengunjung, meskipun tidak memiliki background bahasa mandarin.


Hongkong, kawasan khusus Negara China ini memiliki 3 pulau. Pulau Lantau, where you can find laughing giant Buddha, Kowloon, tempat untuk membeli segala macam souvenir, pernak-pernik khas China, dan Pulau Hongkong, yang merupakan bisnis distrik, terutama di daerah Wanchai.


Ada 2 opsi untuk mencapai Wanchai dari International Airport, yang pertama naik taksi. Perjalanan sekitar 30 menit ke daerah Wanchai menghabiskan sekitar 400 HKD, sangat mahal. Sepertiga dari ongkos ini untuk membayar sea tunnel, jalan raya bawah laut yang panjang dan lebar, yang menghubungkan antara pulau Lantau dengan Kowloon, kemudian antara Kowloon dengan pulau Hongkong. Jangan pernah takut ditipu oleh sopir taksi yang mungkin akan menaikkan ongkos seenaknya sendiri. Semua taksi di Hongkong berlisensi.

Opsi kedua, naik kereta api. Laiknya kota-kota besar lainnya, semua tiket kereta di Hongkong dibeli secara elektronik melalui vending machine. Jika tidak memiliki pecahan yang sesuai, ada tempat penukaran uang. Ongkos naik kereta 100 HKD. Rata-rata orang yang datang ke Hongkong memilih naik kereta sebagai transportasi utama dari bandara. Relative murah, nyaman dan bebas macet. Kereta akan berhenti di daerah Wanchai, di Hongkong Station, dari situ bisa diteruskan naik taksi, atau pindah naik kereta lanjutan menuju ke pusat kota.


Mencari makanan halal cukup sulit di HongKong. 2 blok dari Renaissance Harbour View hotel, 3 blok dari HK Convention and Exhibition Centre, ada 2 buah jalan yang sangat terkenal karena banyaknya restoran traditional dan tempat hiburan malam, Jaffe Road dan Lockhard Road. Hampir semua masakan di daerah Asia tenggara ada, Indonesia, Malaysia, Thailand dan Filipina. Walaupun tidak jelas bagaimana cara memasaknya, apa saja bumbu yang ada di dalamnya.


Sentra makanan halal ada di Kowloon, di daerah Nathan Road. Daerah Nathan Road merupakan daerah pasar yang cukup tradisional, bisa di bandingkan dengan kawasan mangga 2 atau blok M di Indonesia. Komunitas muslim disini cukup besar. Pernah curi-curi lihat orang-orang muslim tipikal Hongkong yang sedang shalat tarawih di Masjid yang sangat besar di Nathan Road. Hampir semuanya keturunan Arab, India, ataupun kulit hitam.

Hongkong terkenal juga tempat belanja barang merek-merek kenamaan dengan harga miring. Barang-barang branded seperti itu dapat dijumpai dengan mudah di daerah Canton Road, sekitar 4 blok dari Nathan Road di Kowloon.


Ada berbagai macam untuk mencapai Kowloon dari Hongkong Island. Menggunakan subway atau menggunakan kapan ferry. Jika menggunakan subway, jangan pernah takut tersesat. Semua petunjuk yang ada di Hongkong subway mudah dimengerti, bahkan oleh orang yang baru pertama kali ke Hongkong dan hanya mengandalkan peta. Biaya menggunakan subway adalah 8 HKD, semua jurusan. Jika ingin menikmati udara laut Hongkong sambil menikmati pemandangan kota yang eksotik, kapan ferry menjadi pilihan utama. Dengan hanya membayar 2 HKD, kapan ferry siap mengantarkan dari Wanchai Ferry Pier ke Star Ferry Pier di kawasan Tsim Sha Tsui, Kowloon. Dari situ, bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki ke beberapa spot tekenal di Hongkong. HK Cultural Centre, HK Space Museum, HK Museum of Art, Clock Tower,ke Nathan Road untuk membeli souvenir.

Semua tempat terkenal itu terletak di sekitar pelabuhan Tsim Sha Tsui. Dari sini, bisa dinikmati pemandangan kota Hongkong, dengan gedung-gedung bertingkat berlampu warna-warni dan menjulang tinggi seperti gedung International Centre yang paling mencolok.


Hongkong memang pintar berdandan cantik, seperti pintarnya wanita-wanita karir Hongkong berdandan manis. Sayangnya, kecantikan itu tidak bisa menutupi bopeng yang mencolok. Polusi di Hongkong sudah dalam tahap sangat mengkhawatirkan, pemandangan langit selalu tertutup debu-debu hitam. Dandanan kota Hongkong yang cantik berwarna-warni jadi tidak terlalu menggoda di lihat dari Kowloon. Bar-bar dan klub malam di Jaffe dan Lockhard road bersaing terbuka dengan memperlihatkan wanita-wanita Thailand yang berbusana transparan. Yang mengherankan, banyak sekali anak muda seusia SMP dan SMA yang berkeliaran di daerah itu.


Ah … puasa di negeri orang memang tidak menyenangkan!

11 comments:

trian h.a said...

ko ending nya puasa sih??!

nice traveling..

amircool said...

Hmm....susah mencari penutup dengan "puch line" yang pas...hehehe

erikachumon said...

wooo, udah jalan-jalan ke hongkong... ngiri mir :D

Ulya Raniarti said...

iya, ko endingnya puasa, harusnya cerita juga dong sahur dan buka disana seperti apa, muslim disana kl puasa seperti apa.
"seperti pintarnya wanita karir Hongkong berdandan cantik" waktu kesana lg musim apa mir, kl musim panas berbahaya dong :D

Dewi said...

katanya cewek2 Singapore yang enerjik dan dinamis serta pandai berdandan? kok Hongkong... ?
Jangan2 semuanya :))

me said...

"Hongkong terkenal juga tempat belanja barang merek-merek kenamaan dengan harga miring. Barang-barang branded seperti itu dapat dijumpai dengan mudah di daerah Canton Road, sekitar 4 blok dari Nathan Road di Kowloon."
seberapa miring, mir?trus contoh barangnya apa?jd penasaran :D kapan ya jalan2 ke hongkong....

amircool said...

# eric : ada waktunya lah buat kamu hehe

#ulya : puasa d sana enggak enak deh, sahur susah, terpaksa pesan di service room hotel. Kalau buka juga susah, makanannya ga enak rasanya

#dewi: memangnya hongkong sama singapore apa bedanya?

#nico : g tahu berapa miring, maklum, tidak diniatkan untuk belanja, jadi segala macam pengeluaran di tahan-tahan :)

Rifka said...

jalan-jalan ke hongkong disney land tak?

dzaia-bs said...

pengalaman ke HK, ngeliat bapak2 di airport buang dahak ke lantai karpet, terus dirata2in pake sepatu... joroknya...

tp gak tau juga ding dia orang mana...

dian ajah said...

nemu blog k'amir..!
izin nge-link yah..

Marta Dewa said...

Wiiih... pengalaman hidup yang asik... Hidup di bagian lain bumi Allah.. nge-link donk!