Sunday, December 21, 2008

On Becoming a Trusted Advisor (1)


Menjadi Trusted Advisor bermakna menjalin hubungan pertemanan dan bagaimana menjadi teman yang dipercaya untuk memberi solusi terhadap permasalahan yang di hadapi. Dalam sebuah organisasi sales, kemampuan masing-masing individu untuk menjadi Trusted Advisor bagi customernya sangat krusial.

Menjadi seorang yang quicklearner, berfikir holistic dan kemampuan untuk mengerti tantangan yang sedang dihadapi pelanggan adalah beberapa syarat yang harus di miliki seorang Trusted Advisor. Dalam blognya, Tony Seno, CIO Microsot Indonesia, menekankan 7 point untuk menjadi seorang Trusted Advisor, ke tujuh point tersebut adalah :

1. Pengetahuan Teknis  yang Kuat

Pengetahuan teknis diperlukan untuk menjelaskan segala sesuatu secara teknis dengan bahasa yang mudah dimengerti. Cara yang perlu ditempuh agar memiliki kedalaman teknis yang kuat antaralain dengan mengambil sertifikat keahlian, ikut training yang berkaitan dengan teknologi yang sedang dipelajari, update pengetahuan secara berkala dari berbagai sumber, membaca IT/technology publication, ikut dalam mailing list dan forum teknologi.

2. Menjadi Thought Leader

Keahlian untuk berfikir out-of-the-box dan diikuti oleh orang lain. Memiliki mentor yang menjadi teman berdiskusi dan berdebat, serta mampu mengarahkan untuk selalu lebih baik merupakan salah satu caranya. Selain itu, perlu untuk sering berkumpul dan diskusi dengan rekan-rekan di luar komunitas, untuk mendapatkan update pengetahuan sebanyak mungkin tentang solusi bisnis tertentu dari berbagai macam perusahaan.

3. Presentator yang bersemangat dan penulis yang baik

Semangat ketika berbicara, terutama ketika presentasi di depan customer, biasanya menjadi penilaian awal, apakah solusi yang kita bawa benar-benar proven. Perlu jam terbang yang tinggi agar memiliki style presentasi yang memukau. Semakin banyak melakukan presentasi, seorang presentator akan mengerti bagaimana situasi pendengar, sehingga bisa melakukan banyak perubahan ataupun melakukan kejutan-kejutan kecil on the fly.

Untuk menjadi penulis yang baik, menulis di blog tentang teknologi/inisiatif tertentu bisa menjadi pijakan pertama. Aktif menulis pada forum dan newsgroup bisa juga menjadi salah satu caranya.

 4. Mendengarkan Pelanggan dengan Baik

Kemampuan untuk mendengar dan mengerti kesulitan dan tujuan bisnis pelanggan, dan menterjemahkannya ke solusi bisnis. Untuk mengerti pelanggan, beberapa inisiatif yang bisa dilakukan antara lain memuat profile pelanggan, bagaimana bentuk organisasinya dan apa visi dan misi perusahaan. Ketahui planning customer dalam 1, 2 atau 5 tahun kedepan, dan mulai memkirkan bagaimana bisa terlibat dalam planning itu. Mentoring dengan rekan yang lebih berpengalaman, dan amati bagaimana dia melakukan deal atau pendekatan dengan customer, dan membuat acara pertemuan reguler dengan customer.

5. Bicara dengan Bahasa yang dimengerti Pelanggan

Kemampuan mengurai masalah kompleks ke dalam bahasa yang sederhana dengan analogi. Kemampuan ini dapat diasah antara lain dengan diskusi teknologi dengan rekan yang lebih berpengalaman secara regular, menjelaskan proposal bisnis dengan bahasa yang sederhana ke tim sales, mengamati presentasi rekan yang berpura-pura sedang melakukan presentasi ke pelanggan. Selain itu dapat ditunjang dengan menjelaskan produk teknologi ke anggota keluarga dan teman dengan menggunakan analogi untuk mempermudah

6. Memiliki Keahlian Bisnis yang Strategis

Mengerti kebutuhan pasar dan bisa memberikan solusi yang sesuai dengan cara mempelajari market survey dan analysis, mempelajari sales pitch yang tepat, mempelajari bagaimana membaca laporan keuangan, pelajari model bisnis pelanggan, baca laporan tahunan, cari apa visi/misi dan tujuan strategisnya. Setelah itu, kemudian diskusikan dengan rekan kerja bagaimana menterjemahkan semua hal itu ke dalam solusi.

7. Bisa Mengubah Pendapat

Kemampuan menggunakan beberapa cara untuk mengarahkan pendapat pelanggan ke satu titik yang kita inginkan. Bisa diasah dengan cara mencari pelanggan yang punya pendapat lain, buat rencana yang matang. Kemudian pelajari semua hal teknis yang terkait dan diskusi dengan rekan-rekan yang lebih berpengalaman untuk meyakinkan bahwa kita sudah benar-benar siap sebelum bertemu dengan pelanggan ini.

Sumber:

Blog Tony Seno Hartono tentang : Tips menjadi Trusted Advisor untuk pemula

Saturday, November 29, 2008

The Fall: Blessing in Disguise

It’s been written and unprinted. A man can do anything to attract a woman. Roy is a bright young stuntman, foolishly acting cool by jumping from bridge for a movie without considering his safety, for a simple reason, to win her lover. He saved, but severely injured and paralyzed, stuck in a ward in Los Angeles in the year 1920.


What a pity, his lover betray him and turn her love to a talented actor. Roy’s life was ended. There’s nothing left for him. He took the most shameful decision a man could ever take, to suicide. But how? That was the question.


Alexandria is a young girl; active, funny, imaginative and very curious to everything. Very young to start a job and make a living. It was her destiny to lost her father who killed by angry man, in such young age. With her mother and a sister, she laboured in an orange plantation, picking orange. And then she fell, broke her arm, and stuck in a ward in Los Angeles in the year 1920.


When a paralyzed, bored young man meet with an imaginative young girl, what could happen? Friendship.


Alexandria, do you know where’s your name come from? Alexander the Great. A Greatest mankind ever lived”.

It’s not certain, whether Roy is a great story teller or Alexandria is talented dreamer, but a simple story about Alexander the Great, Roy told to Alexandria has trapped her mind in a vivid imagination. She became addicted and wanted more story.


“The Indian, The Slave, Luigi the Bomber, Charles Darwin the Botanist, The Masked Bandit and The Mystic were 6 men with different reason but have the same purpose, to kill Odius, the Governor....They were travelling around the world to find the path that can take them to Odius”


Roy started making a story. Cleverly he mixed the character inside the story with the character around them. The story is theirs.


The story painted beautifully in the young girl head. She could not stop imagining and could not stop to hear the story end. She showed her weakness. Roy saw a way, a way how he cans suicide. Stopped in every interesting part of the story, he callously using Alexandria, asked her to steal him morphine from dispensary, poisonous pill to send him die.


First suicide attempt was failed, somebody saved him. Roy was burned in rage. Alexandria innocently wanted to help him……… By bringing him more pills. Something happened in dispensary; she fell and broke her head, miraculously saved.


Everybody blame Roy for the incident. Felt guilty, he looked in on her in her bed. Felt guilty, he wanted to end the story. He started to kill the character one by one on mission. Started from Charles Darwin and Luigi a

nd The Mystic and The Slave and The Indian. Only The Masked Bandit left, with her daughter who somehow comes up in the story. This all were depicted very scary in the young girl head. Sobbed, he asked Roy


“Why are you killing everybody?”

“Why are you making everybody die?”

“It’s my story”

“Mine too”


In the story, The Masked Bandit supposed to be Alexandria father. Since he was dead, Roy took over and became The Masked Bandit. He became Alexandria’s fictional father. He wanted to kill that character too. Alexandria refused to hear that.


“He was dying”

“Don’t kill him”

“There’s nothing left for him”

“His daughter”

“He wasn’t her father either”

“She loves him”

“She’ll survive. She’s young”

“I don’t want you to die. Please live”

The young girl won. Roy gave up to die.


___dessylicious


Friday, October 17, 2008

Hongkong. Live it. Love it!



Jatuh cinta sejak pertama kali menginjakkan kaki di Bandar udara internasional Hongkong. Bersih, modern dan nyaman. Sebagai financial dan bisnis hub di kawasan Asia, tempat ini benar-benar di desain untuk memudahkan semua pengunjung, meskipun tidak memiliki background bahasa mandarin.


Hongkong, kawasan khusus Negara China ini memiliki 3 pulau. Pulau Lantau, where you can find laughing giant Buddha, Kowloon, tempat untuk membeli segala macam souvenir, pernak-pernik khas China, dan Pulau Hongkong, yang merupakan bisnis distrik, terutama di daerah Wanchai.


Ada 2 opsi untuk mencapai Wanchai dari International Airport, yang pertama naik taksi. Perjalanan sekitar 30 menit ke daerah Wanchai menghabiskan sekitar 400 HKD, sangat mahal. Sepertiga dari ongkos ini untuk membayar sea tunnel, jalan raya bawah laut yang panjang dan lebar, yang menghubungkan antara pulau Lantau dengan Kowloon, kemudian antara Kowloon dengan pulau Hongkong. Jangan pernah takut ditipu oleh sopir taksi yang mungkin akan menaikkan ongkos seenaknya sendiri. Semua taksi di Hongkong berlisensi.

Opsi kedua, naik kereta api. Laiknya kota-kota besar lainnya, semua tiket kereta di Hongkong dibeli secara elektronik melalui vending machine. Jika tidak memiliki pecahan yang sesuai, ada tempat penukaran uang. Ongkos naik kereta 100 HKD. Rata-rata orang yang datang ke Hongkong memilih naik kereta sebagai transportasi utama dari bandara. Relative murah, nyaman dan bebas macet. Kereta akan berhenti di daerah Wanchai, di Hongkong Station, dari situ bisa diteruskan naik taksi, atau pindah naik kereta lanjutan menuju ke pusat kota.


Mencari makanan halal cukup sulit di HongKong. 2 blok dari Renaissance Harbour View hotel, 3 blok dari HK Convention and Exhibition Centre, ada 2 buah jalan yang sangat terkenal karena banyaknya restoran traditional dan tempat hiburan malam, Jaffe Road dan Lockhard Road. Hampir semua masakan di daerah Asia tenggara ada, Indonesia, Malaysia, Thailand dan Filipina. Walaupun tidak jelas bagaimana cara memasaknya, apa saja bumbu yang ada di dalamnya.


Sentra makanan halal ada di Kowloon, di daerah Nathan Road. Daerah Nathan Road merupakan daerah pasar yang cukup tradisional, bisa di bandingkan dengan kawasan mangga 2 atau blok M di Indonesia. Komunitas muslim disini cukup besar. Pernah curi-curi lihat orang-orang muslim tipikal Hongkong yang sedang shalat tarawih di Masjid yang sangat besar di Nathan Road. Hampir semuanya keturunan Arab, India, ataupun kulit hitam.

Hongkong terkenal juga tempat belanja barang merek-merek kenamaan dengan harga miring. Barang-barang branded seperti itu dapat dijumpai dengan mudah di daerah Canton Road, sekitar 4 blok dari Nathan Road di Kowloon.


Ada berbagai macam untuk mencapai Kowloon dari Hongkong Island. Menggunakan subway atau menggunakan kapan ferry. Jika menggunakan subway, jangan pernah takut tersesat. Semua petunjuk yang ada di Hongkong subway mudah dimengerti, bahkan oleh orang yang baru pertama kali ke Hongkong dan hanya mengandalkan peta. Biaya menggunakan subway adalah 8 HKD, semua jurusan. Jika ingin menikmati udara laut Hongkong sambil menikmati pemandangan kota yang eksotik, kapan ferry menjadi pilihan utama. Dengan hanya membayar 2 HKD, kapan ferry siap mengantarkan dari Wanchai Ferry Pier ke Star Ferry Pier di kawasan Tsim Sha Tsui, Kowloon. Dari situ, bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki ke beberapa spot tekenal di Hongkong. HK Cultural Centre, HK Space Museum, HK Museum of Art, Clock Tower,ke Nathan Road untuk membeli souvenir.

Semua tempat terkenal itu terletak di sekitar pelabuhan Tsim Sha Tsui. Dari sini, bisa dinikmati pemandangan kota Hongkong, dengan gedung-gedung bertingkat berlampu warna-warni dan menjulang tinggi seperti gedung International Centre yang paling mencolok.


Hongkong memang pintar berdandan cantik, seperti pintarnya wanita-wanita karir Hongkong berdandan manis. Sayangnya, kecantikan itu tidak bisa menutupi bopeng yang mencolok. Polusi di Hongkong sudah dalam tahap sangat mengkhawatirkan, pemandangan langit selalu tertutup debu-debu hitam. Dandanan kota Hongkong yang cantik berwarna-warni jadi tidak terlalu menggoda di lihat dari Kowloon. Bar-bar dan klub malam di Jaffe dan Lockhard road bersaing terbuka dengan memperlihatkan wanita-wanita Thailand yang berbusana transparan. Yang mengherankan, banyak sekali anak muda seusia SMP dan SMA yang berkeliaran di daerah itu.


Ah … puasa di negeri orang memang tidak menyenangkan!

Wednesday, September 03, 2008

Service Telkomsel Memuas(k)kan?


Sebulan lalu saya mendaftar untuk berlangganan Flash Unlimited, salah satu produk unggulan Telkomsel untuk Mobile Internet. Salah satu syarat pengguna Telkomsel Flash adalah berlangganan kartu Halo. Itu berarti saya harus menunggu selama satu minggu, memberi kesempatan kepada Telkomsel untuk melakukan survey. Dengan pertimbangan unlimited access ke internet, saya mengiyakan.

Minggu pertama, saya harap-harap cemas menunggu surat konfirmasi dari Telkomsel, sampai akhir minggu, ternyata surat itu tidak kunjung muncul juga. Prasangka baik saya menyatakan, mungkin surat itu akan datang hari senin minggu depan. Ternyata, sampai hari Jumat minggu depannya tidak ada juga surat konfirmasi dari Telkomsel.

Hari sabtu, tepat dua minggu setelah saya apply kartu Halo yang baru, saya datang ke Graha Grapari Telkomsel. Pihak Telkomsel menyatakan, bahwa sebenarnya kartu saya sudah bisa di aktifkan (entah sudah di survey atau belum), akan tetapi modem flashnya sedang habis stok. Jika saya mengambil kartu itu saat itu juga, saya harus membayar abonemen di akhir bulan, padahal itu berarti saya belum menggunakan fasilitas internet sama sekali (untuk akses internet bisa menggunakan HP 3G, tapi saya tidak punya).

Dengan berat hati, saya tidak meaktifkan kartu itu hari itu juga, dan meminta customer service Telkomsel untuk menelepon saya jika modem untuk Flash sudah ada. Saya juga mengatakan bahwa saya akan berangkat ke US satu minggu kemudian, selama satu minggu, dan berpesan bahwa jika modemnya sudah ada, jangan ditelepon di minggu-minggu ketika saya pergi ke US, karena saya tidak menerima panggilan telepon intenasional.

Satu minggu saya menunggu, hingga berangkat ke US, saya belum juga mendapat konfirmasi tentang sudah adanya stok modem atau belum. Pulang dari US, itu berarti 1 bulan sejak saya apply kartu Halo, saya mendatangi Graha Grapari Telkomsel. Sayang saya sampai di sana, tepat 15 menit setelah Graha ditutup. Sedikit bertanya pada Customer Service yang saya minta datang keluar __ternyata orangnya sama dengan orang yang melayani saya 2 minggu sebelumnya__ katanya modem sudah ada. Saya bertanya, apakah saya pernah di telepon untuk konfirmasi, dia berkata sudah, satu minggu yang lalu, ketika saya masih ada di US. Dia sepertinya tidak mendengarkan apa yang saya katakan 2 minggu sebelumnya.

Satu hari kemudian, saya datang ke Graha Grapari Telkomsel, lebih awal, jam 11 siang. Antri sebentar dan akhirnye dipertemukan dengan Customer Service. Customer Servicenya mengatakan bahwa ternyata saya belum di survey, saya mengatakan bahwa saya sudah menunggu 1 bulan, 2 minggu yang lalu orang Telkomsel bilang saya sudah bisa ambil kartu, akan tetapi Customer Serviceny berkata, saya belum di survey dan tetap harus menunggu survey dulu, baru kartunya aktif. Akhirnya, dengan senang hati, saya membatalkan aplikasi kartu Halo saya. Beberapa point dari service Telkomsel yang mengecewakan antara lain, tidak melakukan survey, tidak mendengarkan keluhan calon pelanggannya, dan satu lagi, bagian Customer Servicenya tampak kurang sincere ketika mengatakan permintaan maaf.

Ada lagi kejadian lain yang dialami oleh teman saya tentang layanan kartu Halo. Kejadian ini memperlihatkan bahwa Telkomsel memang belum serius untuk mempertahankan pelanggannya, meskipun selalu menggembar-gemborkan bahwa provider ini memiliki pelanggan paling banyak di Indonesia. Alangkah lebih baiknya jika saya menggunakan kartu IM2 yang lebih cepat aplikasinya, dan koneksinya lebih reliable.

Saya setuju dengan pernyataan dari salah seorang teman saya ”Dari semuanya ini saya bertanya, apakah benar Telkomsel Begitu Dekat?? Atau hanya sebatas slogan? Dan buat saya Telkomsel, i don’t prefer but i need it..” Anda pernah mengalami pengalaman serupa?

Warmest Regards
Dessylicious!

Wednesday, May 14, 2008

Go Green dengan Teknologi

Suhu bumi semakin panas, kadar CO2 meningkat, bahan bakar minyak bumi semakin langka dan melonjak harganya. Bagaimana teknologi informasi bisa ikut andil dalam perbaikan lingkungan?

“Drive Less, Live More” adalah salah satu motto yang mudah ditemui beberapa tempat Cisco Campus. Motto itu mengajak semua orang untuk mengurangi berkendara dengan mobil dengan memperbanyak bekerja di rumah, dengan cara ini konsumsi bahan bakar dan polusi bisa dikurangi dan pada akhirnya turut membantu melestarikan lingkungan.

Banyak sekali tools yang bisa digunakan seseorang agar tetap produktif dirumah dan menyelesaikan pekerjaan. Email dan instant messenger telah menjadi tools yang biasa digunakan. Koneksi ke internal site perusahaan untuk menyimpan data atau mengunduh data internal dengan VPN telah menjadi hal yang biasa di kalangan korporasi besar.

Tergantung dari tingkat kepentingannya, kadang kala dibutuhkan kolaborasi interaktif antar manusia dalam perusahaan atau antar perusahaan secara realtime. Email tidak bisa menjawab kebutuhan akan kolaborasi secara realtime. Instant messenger bisa membantu kolaborasi secara realtime, akan tetapi kurang interaktif, apalagi jika menggunakan aplikasi gratisan yang kadang kala pesan tidak tersampaikan. Memang kita bisa menggunakan fasilitas video atau suara di messenger, aplikasi video hanya bisa dilakukan antar dua orang, tidak bisa antar banyak orang.

Telepresence merupakan teknologi yang bisa membantu kolaborasi secara interaktif dan realtime. Dengan layar monitor yang besar, berkualitas, desain ruangan dan meja yang tepat, seseorang bisa berdiskusi dengan orang lain serasa tanpa jarak, artinya, meskipun meeting atau kolaborasi dilakuan antara Indonesia dan Amerika misalnya, semua perserta meeting akan merasa berada dalam satu ruangan. Selain tersedia dalam ukuran besar, saat ini ada appliance Telepresence yang berukuran kecil yang diperuntukkan untuk perusahaan kecil dan menengah (SMB) dengan harga yang terjangkau.

Cisco WebEx (sebelumnya adalah WebEx, sebelum perusahaan ini di akuisisi oleh Cisco) bisa menjadi salah satu alternative kolaborasi secara realtime melalui jaringan internet. Biaya berlangganan cukup murah. Dengan Cisco WebEx mengharuskan tiap peserta memiliki nomer telepon yang didedikasikan untuk koneksi ini. Dengan tool ini kita bisa mempresentasikan slide dari power point atau dokumen lain, saling menatap muka dan bicara dan tentunya dilengkapi juga dengan instant messaging . Meeting dengen Cisco WebEx bisa di rekam, sehingga seseorang yang berhalangan hadir bisa mendownload rekaman dari WebEx server ataupun mengkopi filenya dari rekan yang menghadiri rapat.

Hampir semua orang tentunya mengenal game online. Saat ini ada layanan semacam itu yang ditujukan untuk kolaborasi. Layanan yang bernama Second Life ini telah menarik korporasi-korporasi besar untuk mencoba menggunakannya. Dalam Business Week, disebutkan perusahaan sekelas IBM, Sun, Xerox, Cisco Systems dan Unilever yang karyawannya tersebar di banyak negara masih dalam tahap awal penggunaan Second Life sebagai sarana kolaborasi. Pada bulan September 2007, Xerox menggunakan Second Life untuk menghadirkan 20 karyawannya yang sedang keluar kota untuk menghadiri 2007 International Women's Conference di Rochester, N.Y secara virtual.

Di Second Life, setiap orang mendapat profil lengkap dengan perwakilan animasi 3 dimensinya (tentunya harus di edit dahulu agar representasi pengguna di Second Life bisa menggambarkan keadaan real di dunia nyata). Di Second Life, pengguna bisa masuk ke sebuah pulau dan melakukan seminar, ceramah, presentasi (dengan audio dan slide presentasi) bahkan simulasi untuk kedokteran. Kalau di dunia nyata kita tidak bisa terbang, di second life kita bisa terbang, selain itu bisa juga menggunakan isyarat tubuh misalnya mengangkat tangan jika ingin mengajukan pertanyaan, tertawa, tidur dan beberapa isyarat tubuh lainnya.

Ujicoba penggunaan Second Life untuk sarana kolaborasi CSAP (Cisco Sales Associates Program) beberapa waktu lalu di Cisco Campur RTP (Research Triangle Park) belum menampakkan hasil yang memuaskan. Peserta dari Amerika dan Belanda menghadiri kata sambutan dari Scott Brown, VP World Wide Sales Enablement, merasakan kualitas suara masih belum bagus, terpotong-potong.

Semua teknologi kolaborasi jarak jauh tentu ada kelemahan dan kelebihannya, hanya tinggal perngguna saja merasa nyaman dan senang menggunakan teknologi yang mana. Karena yang paling penting, adalah pesan tersirat yang ada dalam penggunaan teknologi ini. Jadi apakah anda salah satu orang yang ingin mengadopsi teknologi ini dan siap untuk Drive Less, Live More?

amircool, ST, CCNA, CCDA, CCNP, CCDP
apartemen raleigh

*gambar diambil dari Cisco dan BusinessWeek

Tuesday, April 29, 2008

Tulisan yang berbicara!

Menurut sebuah situs yang tidak mau dijadikan sebagai citation, membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Membaca melibatkan pengenalan simbol yang menyusun sebuah bahasa. Sedangkan bicara, saya tidak menemukan definisinya, tapi setidaknya sebagai seorang blogger, saya bisa memberikan definisi dari bicara, bukan untuk apa-apa, saya hanya ingin menggiring pendapat penyimak kepada sebuah ide.

Bicara semestinya dilihat dari sudut pandang orang kedua, sebuah upaya untuk menyampaikan informasi kepada kepada orang pertama, “kita”. Bicara, dengan mengkombinasikan dengan berbagai macam isyarat, simbol, penekanan, ungkapan, idiom akan memiliki arti yang berbeda-beda. Dan tentunya, untuk menyimpulkan arti dari yang dibicarakan, ada keterlibatan emosional. Contohnya, ketika seseorang dari Indonesia mendengar ungkapan kasar dalam bahasa Indonesia, dengan keterlibatan perasaan, akan mudah menyimpulkan bahwa itu ungkapan kasar. Lain halnya ketika seseorang dari Indonesia mendengar ungkapan kasar dalam bahasa lain, karena belum ada keterkaitan emosional dengan bahasa itu, bisa saja ungkapan itu terdengar biasa saja, atau malah indah.

Lewat membaca atau mendengar pembicaraan, seseorang mengumpulkan informasi, untuk disimpan dalam ingatan dan dipahami, atau hanya sebagai sekedar informasi hiburan. Dan ternyata dengan membaca saja belum tentu seseorang bisa mengumpulkan informasi. Hal ini karena ketika dia membaca, tulisan yang dia baca tidak berbicara padanya, pembaca tidak mengerti makna dan konteksnya, hanya paham sebatas pada symbol dan baris-baris indah.

Berapa orang yang sudah bisa membaca Al-Quran atau tulisan arab sejak kecil? Berapa kali habis dibaca setiap tahun? Berapa jumlah informasi yang bisa disimpan? Ada yang sedikit ada yang banyak. Ini hanya salah satu contoh bagaimana, tulisan yang tidak bisa berbicara tidak bisa menambah ilmu bagi pembacanya.

Anda pernah membaca surat kabar tentang bisnis atau politik? Bagi orang yang tidak mengerti topic ini, bagaimana jalinan kisah terkait, bagaimana hubungan kausalitas terbentuk, maka kabar yang tertulis dalam surat kabar tidak akan banyak diserap, apalagi kalau tidak ada keterlibatan emosi secara langsung.

Pemuatan gambar karikatur Nabi Muhammad atau penyebaran film Fitna tidak akan berarti apa-apa bagi orang yang tidak mengerti dan tidak terlibat secara emosi. Bagi yang terlibat secara emosi, tulisan atau video yang tertulis itu seakan menghina dan menginjak-injak kehormatan.

Dulu, ketika saya kuliah, saya lebih banyak belajar tentang kontrol dan bagaimana representasi matematisnya. Ketika saya bekerja, saya harus belajar tentang teknologi telekomunikasi dan jaringan komputer. Sama-sama terkait dengan elektro, akan tetapi sangat berbeda. Semua informasi dari banyak buku tebal yang saya baca, sepertinya tidak berbicara kepada saya, saya paham maksud kalimatnya, tapi belum tergambar dalam benak saya, bagaimana keterkaitan dengan hal yang lain? Berbeda misalnya dengan beberapa rekan dari Kanada, mereka sudah bekerja di field ini dalam kurun beberapa tahun, ketika dibicarakan tentang suatu topik, pemikiran mereka bisa mengaitkannya dengan berbagai hal, masih terkait dengan network komputer, sehingga apa yang keluar dari perkataanya bermutu dan cerdas. Beberapa orang yang belum cukup mengerti hanya bisa bergumam,

How is that kind of question come up from his mind?”.

Tapi pada akhirnya, semua akan menjadi mudah jika sudah terbiasa dengan topic semacam itu, apalagi jika sudah melibatkan unsur emosi. Seperti misalnya, ketika seseorang menyodorkan sebuah desain jaringan computer, maka akan mudah sekali menemukan, mana yang bagus dan bisa diterima ataupun yang ridiculous dan tidak baik, meskipun tidak salah.

Memang, informasi akan lebih banyak dicerna dan diterima apabila yang dibaca seolah-olah berbicara. Pernah mengalami pengalaman serupa?

amircool
Masih di Raleigh
29th April 2008
7.20 pm

Sunday, February 10, 2008

This Week End Menu: William B. Umstead State Park


Akhir pekan selalu menarik untuk ditunggu. Tengoklah beberapa rekan kerja yang selalu tampak riang dan senyum yang selalu mengembang pada hari Jumat, tanya mereka

“Why are you look so happy?“

“Its Friday my friend, always sunny on Friday”

Di Raleigh North Carolina, William B. Umstead State Park menjadi salah satu spot yang sangat popular untuk mengisi akhir pekan ataupun wisata alam. Merentang dari Interstate 40 dan US 70, taman ini bisa di jangkau dalam 20 menit dari downtown Raleigh, sekitar 15 menit dari Brier Creek, sebuah pemukiman yang cukup elit.

Dulunya taman ini adalah lahan pertanian. Karena praktik pertanian yang buruk, tanah ini menjadi tidak subur dan terjadi erosi. Tahun 1934, tanah ini dibeli oleh pemerintah Negara bagian dan dibuatlah taman yang dibuka untuk umum tahun 1937, gratis dan bisa digunakan siapa saja yang ingin merasakan sentuhan alam, sampai sekarang.

Sebagai fasilitas public, yang dikelola oleh Negara bagian, fasilitas disini sangat membuat nyaman pengguna. Areal parkir yang luas di pintu masuk agak kedalam, rest room yang bersih dan banyak tersedia di beberapa tempat, water tap dan tentunya peta yang terpasang di beberapa tempat.

Banyak kegiatan yang bisa dilakukan disini, selain hiking, ada track untuk bersepeda, pesta kebun yang bisa menampung 100 pengunjung, berkemah, bahkan track untuk mengelilingi area hutan dengan berkuda. Sempat berdiskusi dengan rekan, apakah penunggang kuda itu sekaligus pemilik kuda, ataukah mereka menyewa? Alangkah menyenangkannya bisa menikmati keindahan hutan dengn kuda, apalagi dengan sepeda. Tidak ketinggalam, dua buah danau alami menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Sebenarnya di North Carolina banyak sekali danau alam, danau di tengah park ini menawarkan sesuatu yang lain, yaitu keamanan, karena ada penjaga khusus yang mengawasi seandainya terjadi sesuatu pada saat pengunjung berenang atau berperahu didanau.

Taman kota semacam ini tidak istimewa. Di US, setiap kota, setiap States memiliki taman, baik itu taman kota ataupun State Park. Lihatlah taman kota di downtown Boston, State Park di West Virginia ataupun Central Park di Manhattan, NYC. Tampaknya para pemimpin negara bagian sudah memiliki plan dan design akan membangun sebuah kota urban seperti apa, visi mereka merentang puluhan tahun kedepan.


Hari ini, ada sebuah email dari seorang rekan, tentang sebuah kota tua yang ada di ut
ara pulau Jawa dan kebetulan menjadi pusat pemerintahan Indonesia. Jakarta yang merupakan kota terbesar ke empat didunia menjadi sebuah kota yang tidak terurus. Menurut artikel di email tersebut, sepertinya tidak ada rencana kota Jakarta akan menjadi seperti apa. Kota Jakarta menjadi sebuah kota yang digerakkan oleh uang tanpa perencanaan. Di artikel itu pula, Singapura, KL, Hanoi, Bangkok dan beberapa kota di Asia dicoba untuk di bandingkan dengan Jakarta. Jangan tanya hasilnya. Di negara kawasan Asia, kota-kota besar terencana dengan baik. Mulai dari transportasi publik, trotoar yang besar dan nyaman di lalui, dan tentunya adanya Taman Kota.

Tidak hanya Jakarta, Bandung, sebuah kota yang dihuni orang-orang paling cantik di Indonesia pun tidak memiliki taman kota, ada hanya sangat kecil dengan fasilitas minim, mengurangi kecantikan penghuninya. Ah.....,seandainya saja Jakarta atau Bandung memiliki taman kota yang luas, tentu akan membuat penghuninya gembira dan murah senyum.

amircool
monday
00.08 am