
Menjadi Trusted Advisor bermakna menjalin hubungan pertemanan dan bagaimana menjadi teman yang dipercaya untuk memberi solusi terhadap permasalahan yang di hadapi. Dalam sebuah organisasi sales, kemampuan masing-masing individu untuk menjadi Trusted Advisor bagi customernya sangat krusial.
Menjadi seorang yang quicklearner, berfikir holistic dan kemampuan untuk mengerti tantangan yang sedang dihadapi pelanggan adalah beberapa syarat yang harus di miliki seorang Trusted Advisor. Dalam blognya, Tony Seno, CIO Microsot Indonesia, menekankan 7 point untuk menjadi seorang Trusted Advisor, ke tujuh point tersebut adalah :
1. Pengetahuan Teknis yang Kuat
Pengetahuan teknis diperlukan untuk menjelaskan segala sesuatu secara teknis dengan bahasa yang mudah dimengerti. Cara yang perlu ditempuh agar memiliki kedalaman teknis yang kuat antaralain dengan mengambil sertifikat keahlian, ikut training yang berkaitan dengan teknologi yang sedang dipelajari, update pengetahuan secara berkala dari berbagai sumber, membaca IT/technology publication, ikut dalam mailing list dan forum teknologi.
2. Menjadi Thought Leader
Keahlian untuk berfikir out-of-the-box dan diikuti oleh orang lain. Memiliki mentor yang menjadi teman berdiskusi dan berdebat, serta mampu mengarahkan untuk selalu lebih baik merupakan salah satu caranya. Selain itu, perlu untuk sering berkumpul dan diskusi dengan rekan-rekan di luar komunitas, untuk mendapatkan update pengetahuan sebanyak mungkin tentang solusi bisnis tertentu dari berbagai macam perusahaan.
3. Presentator yang bersemangat dan penulis yang baik
Semangat ketika berbicara, terutama ketika presentasi di depan customer, biasanya menjadi penilaian awal, apakah solusi yang kita bawa benar-benar proven. Perlu jam terbang yang tinggi agar memiliki style presentasi yang memukau. Semakin banyak melakukan presentasi, seorang presentator akan mengerti bagaimana situasi pendengar, sehingga bisa melakukan banyak perubahan ataupun melakukan kejutan-kejutan kecil on the fly.
Untuk menjadi penulis yang baik, menulis di blog tentang teknologi/inisiatif tertentu bisa menjadi pijakan pertama. Aktif menulis pada forum dan newsgroup bisa juga menjadi salah satu caranya.
Kemampuan untuk mendengar dan mengerti kesulitan dan tujuan bisnis pelanggan, dan menterjemahkannya ke solusi bisnis. Untuk mengerti pelanggan, beberapa inisiatif yang bisa dilakukan antara lain memuat profile pelanggan, bagaimana bentuk organisasinya dan apa visi dan misi perusahaan. Ketahui planning customer dalam 1, 2 atau 5 tahun kedepan, dan mulai memkirkan bagaimana bisa terlibat dalam planning itu. Mentoring dengan rekan yang lebih berpengalaman, dan amati bagaimana dia melakukan deal atau pendekatan dengan customer, dan membuat acara pertemuan reguler dengan customer.
5. Bicara dengan Bahasa yang dimengerti Pelanggan
Kemampuan mengurai masalah kompleks ke dalam bahasa yang sederhana dengan analogi. Kemampuan ini dapat diasah antara lain dengan diskusi teknologi dengan rekan yang lebih berpengalaman secara regular, menjelaskan proposal bisnis dengan bahasa yang sederhana ke tim sales, mengamati presentasi rekan yang berpura-pura sedang melakukan presentasi ke pelanggan. Selain itu dapat ditunjang dengan menjelaskan produk teknologi ke anggota keluarga dan teman dengan menggunakan analogi untuk mempermudah
6. Memiliki Keahlian Bisnis yang Strategis
Mengerti kebutuhan pasar dan bisa memberikan solusi yang sesuai dengan cara mempelajari market survey dan analysis, mempelajari sales pitch yang tepat, mempelajari bagaimana membaca laporan keuangan, pelajari model bisnis pelanggan, baca laporan tahunan, cari apa visi/misi dan tujuan strategisnya. Setelah itu, kemudian diskusikan dengan rekan kerja bagaimana menterjemahkan semua hal itu ke dalam solusi.
7. Bisa Mengubah Pendapat
Kemampuan menggunakan beberapa cara untuk mengarahkan pendapat pelanggan ke satu titik yang kita inginkan. Bisa diasah dengan cara mencari pelanggan yang punya pendapat lain, buat rencana yang matang. Kemudian pelajari semua hal teknis yang terkait dan diskusi dengan rekan-rekan yang lebih berpengalaman untuk meyakinkan bahwa kita sudah benar-benar siap sebelum bertemu dengan pelanggan ini.
Sumber:
Blog Tony Seno Hartono tentang : Tips menjadi Trusted Advisor untuk pemula





